<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Sintesis on UV Curing Spot</title>
		<link>http://uv-curing-spot.com/id/tags/sintesis/</link>
		<description>Recent content in Sintesis on UV Curing Spot</description>
		<generator>Hugo</generator>
		<language>id</language>
		
		
		
		
			<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2026 07:57:31 +0800</lastBuildDate>
		
			<atom:link href="http://uv-curing-spot.com/id/tags/sintesis/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
			<item>
				<title>Lampu UV untuk sintesis vitamin D</title>
				<link>http://uv-curing-spot.com/id/posts/uv-lamp-for-vitamin-d-synthesis/</link>
				<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 07:57:31 +0800</pubDate>
				<guid>http://uv-curing-spot.com/id/posts/uv-lamp-for-vitamin-d-synthesis/</guid>
				<description>&lt;p&gt;&lt;img src=&#34;http://uv-curing-spot.com/images/b2e443d44e8aa49e3e4d2f698d9d50a7.jpg&#34; alt=&#34;Lampu UV untuk sintesis vitamin D&#34;&gt;&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Pada lini produksi pakaian dengan kecepatan 80–120 m/menit, mesin cetak tidak perlu menunggu apa-apa. Jika lampu UV tidak bekerja secara instan untuk mengikat tinta tersebut—dengan proses pengikatan yang sempurna, tanpa adanya sisa-sisa tinta yang belum terikat—maka hasil cetakannya akan buruk, tumpukan kain akan bertambah, dan proses produksi akan terhenti. Ini bukanlah proses pengeringan “tingkat kedua” yang sekadar disarankan saja. Ini merupakan spesifikasi yang perlu dipenuhi.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa yang penting dalam sistem ini?&lt;/strong&gt;&#xA;Kita mulai dengan menggunakan lampu uap merkuri bertekanan tinggi, lalu menyetelnya agar sesuai dengan frekuensi cahaya yang digunakan untuk proses pengeringan tinta. Panjang gelombang 365 nm digunakan untuk memasukkan cahaya ke dalam lapisan tinta, sedangkan panjang gelombang 385 nm digunakan untuk mempercepat proses pengeringan di permukaan tinta, tanpa menyebabkan pengeringan berlebihan. Intensitas cahaya mencapai 12 W/cm² pada substrat, dengan jarak kerja 10 mm. Kepadatan energi tetap konstan di seluruh permukaan, sehingga dosis cahaya di tepi juga sama dengan di tengah—tanpa adanya bagian yang kurang terkena cahaya.&lt;/p&gt;</description>
			</item>
	</channel>
</rss>
